Pasukan Israel Larang Dan Bubarkan Jamaah Sholat Iedhul Fitri di Dekat Masjidil Aqso

 

Pasukan Israel Larang Dan Bubarkan Jamaah Sholat Iedhul Fitri di Dekat Masjidil Aqso






Bandung, 20/03/2026

Tentara Israel mencegah jemaah yang hendak melakukan ibadah sholat Iedhul Fitri di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Palestina.

 

Baca Lebih Lengkap Di Situs Pilar Berita Kota

Lihat Link Lengkap Di Bawah Ini 

http://pilarberita-kotabatu.newmediatelecom.my.id/2026/03/pasukan-israel-larang-dan-bubarkan.html

 

 

 Bahkan untuk mencegah warga yang akan sholat pihak keamanan Israel tak segan-segan, menembakkan gas air mata untuk mencegah mereka melaksanakan ibadah salat Idulfitri di sekitar kawasan Masjid Al-Aqsa, Jumat (20/3).

Tindakan represif ini dilakukan guna menghalau massa yang tertahan akibat penutupan total kompleks masjid sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran akhir Februari yang lalu

Gubernur Yerusalem melaporkan bahwa otoritas pendudukan Israel secara resmi melarang pelaksanaan salat Iedhul Fitri, di dalam kompleks Al-Aqsa. Kebijakan ini menandai hari ke-21 berturut-turut masjid ditutup paksa bagi umat muslim. Penutupan ini dinilai sebagai langkah eskalasi berbahaya dan tidak pernah terjadi sebelumnya.

Akan tetapi meski dijaga ketat dan dihalang-halangi, ratusan jemaah tetap berupaya melaksanakan salat Iedhul Fitri, di sejumlah titik terdekat yang bisa dijangkau dk sekitar kompleks Masjidil Aqso, seperti Bab al-Amud (Gerbang Damaskus) dan Bab al-Sahira (Gerbang Herodes).

Sejumlah umat Islam terpaksa salat di trotoar dan bahu jalan di bawah bayang-bayang moncong senjata pasukan Israel.

Ketegangan memuncak saat pasukan Israel mulai melepaskan rentetan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Dilaporkan satu orang jemaah turut ditahan dalam insiden tersebut.

Pihak Pemerintah Provinsi Yerusalem mengecam keras penutupan Al-Aqsa, yang merupakan situs suci ketiga dalam Islam. Mereka menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kebebasan beribadah.

"Langkah-langkah Israel ini bertujuan untuk memaksakan realitas baru dan mengisolasi masjid dari lingkungan Palestina," Kata pernyataan resmi Gubernur Yerusalem.

Penutupan berkepanjangan ini dikhawatirkan akan memicu gejolak sosial yang lebih besar di tengah situasi perang yang masih berkecamuk di kawasan. (Vijay, Al-Jazeera)

 

 

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerkab Dan Bimtek KONI Sidoarjo 2025, Siap Hadapi Popda 2026 Dan Porprov 2027

Terciduk Kamera, Wartawan Sidoarjo, Saat Liputan Kegiatan Kesbangpol Sidoarjo

Agenda Pesta HUT Ke 167 Sidoarjo Tahun 2026